Highlighted
MasAdam
Adik Kelas
Posts: 14
Join: May 2, 2017

Memaknai Hari Pendidikan Nasional

20170502.JPG

 

Tanggal 2 Mei tepatnya adalah hari Pendidikan Nasional. Hari dimana lahirnya pendidikan di Indonesia. Bertepatan dengan hari lahirnya salah satu tokoh pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara dengan nama asli: Raden Mas Soewardi.

 

Mengulas sedikit tentang perjuangan untuk memajukan pendidikan di bumi Indonesia, Ki Hajar Dewantara sempat mendirikan salah satu taman siswa pada 3 Juli 1922 untuk sekolah kerakyatan di Yogyakarta. Kemudian juga sempat menulis berbagai artikel yang intinya memprotes berbagai kebijakan para penjajah (Belanda) yang kadang membunuh serta menghambat tumbuh dan berkembangnya pendidikan di Indonesia.

 

Untuk mewujudkan dan membangun dunia pendidikan di Indonesia yang sedang diusahakannya dalam penjajahan para penjajah Belanda, Ki Hajar Dewantara memakai semboyan “Tut Wuri Handayani” semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa”. Semboyan ini masih dipakai dalam dunia pendidikan kita hingga era digital. Bahkan dengan semboyan itu telah sedikit mengubah warna pendidikan kita di Indonesia saat ini.

 

Memperingati Hari Pendidikan Nasional bukan hanya sebagai perayaan saja. Ada hal yang sangat penting di balik semua itu. Apa yang bisa kita lakukan mulai saat ini sebagai anak muda? Seenggaknya ada dua hal yang bisa mulai dilakukan.

 

Pertama, belajar adalah kewajiban. Jangan sia-siakan kesempatan dan usia muda. Semangat belajar membentuk karakter yang akan berpengaruh seterusnya di masa depan. Prestasi, pencapaian dan karya semuanya berasal dari mental belajar tanpa berhenti. Keberhasilan akan mengikuti, dari hal sederhana seperti masuk ke perguruan tinggi yang diidam-idamkan atau bagi yang akan mencari kerja maka dengan catatan-catatan prestasi dan semangat yang masih terpelihara tentu akan disambut baik oleh perusahaan. Semangat belajar menjadi modal, dasar dan akar kuat yang harus benar-benar ditanamkan

 

Kedua, mulailah untuk memelihara sikap, perilaku dan kata-kata. Attitude sangat berpengaruh pada masa depan, baik untuk kehidupan sosial ataupun lingkungan kerja. Evaluasilah dari hal yang terdekat dulu, seperti apakah sudah bersikap sopan terhadap guru, karena biar bagaimana pun jasa guru akan melekat selamanya dalam kisah hidup. Dan yang paling penting, perhatikan sikap kepada orang tua dan keluarga. Bagaimana cara seseorang bersikap akan mempengaruhi kualitas lingkungannya.

 

Masa depan pendidikan negara ini bergantung dari kualitas yang ada pada generasi mudanya. Langkah pertamanya harus dimulai dari sekarang, dimulai dari diri sendiri